Kurva permintaan agregat menjadi sebuah gambaran krusial dalam pemahaman makroekonomi, yang memperhitungkan seluruh permintaan di suatu perekonomian. Dalam menggambarkan kurva ini, kita tidak lagi terpaku pada permintaan sebuah produk di pasar individual, melainkan pada permintaan keseluruhan di tingkat ekonomi. Pertama-tama, kita harus memahami perbedaan mendasar antara kurva permintaan mikroekonomi dan makroekonomi. Sementara dalam mikroekonomi, kurva permintaan dipetakan dengan harga dan kuantitas pada sumbunya, dengan ciri khas miring ke bawah sesuai dengan hukum permintaan, dalam makroekonomi, fokusnya bergeser pada permintaan agregat. Ini mencakup seluruh permintaan di perekonomian, bukan hanya pada satu pasar produk. Ketika kita memplot kurva permintaan agregat, sumbu x tidak lagi menunjukkan kuantitas barang, melainkan Produk Domestik Bruto (PDB) riil atau output. Ini mencerminkan nilai total seluruh output dalam perekonomian. Sementara itu, sumbu y tidak lagi menunjukkan...
Komentar
Posting Komentar