Langsung ke konten utama

ECONOMIES AND DISECONOMIES OF SCALE

Pertumbuhan perusahaan dan industri adalah fenomena yang tak terhindarkan dalam perekonomian modern. Namun, dalam prosesnya, muncul konsep skala ekonomi dan disekonomi yang mempengaruhi biaya per unit output yang dihasilkan.

Skala ekonomi, yang terjadi ketika biaya rata-rata atau biaya per unit output yang dihasilkan turun seiring dengan peningkatan skala produksi. Sebaliknya, disekonomi terjadi ketika perusahaan atau seluruh industri mengalami peningkatan biaya per unit output seiring pertumbuhan.

Manfaat dari skala ekonomi internal terjadi ketika perusahaan memperoleh keuntungan dari berbagai faktor. Pertama, skala ekonomi pembelian memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan diskon dari pembelian dalam jumlah besar, mengurangi biaya unit per output. Kedua, penggunaan peralatan produksi yang lebih maju meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya per unit output. Selain itu, manajerial dan keuangan yang lebih efisien serta akses yang lebih baik terhadap sumber daya finansial juga menjadi manfaat dari skala ekonomi internal.

Namun, seiring pertumbuhan, perusahaan juga dapat menghadapi tantangan dari skala disekonomi internal. Misalnya, masalah dalam komunikasi internal dapat muncul, terutama ketika perusahaan berkembang menjadi multi-nasional besar. Koordinasi antarra cabang-cabang yang berbeda menjadi lebih sulit dan memerlukan biaya tambahan, seperti perjalanan antarnegara.

Selain itu, perusahaan juga mungkin mengalami disekonomi eksternl akibat pertumbuhan industri secar keseluruhan. Misalnya, peningkatan polusi atau kemacetan lalu lintas di wilayah tertentu dapat meningkatkan biaya operasional secara keseluruhan bagi perusahaan yang beroperasi di sana.

Namun, tidak semua pertumbuhan industri membawa dampak negatif. Ada juga manfaat dari skala ekonomi eksternal. Misalnya, pertumbuhan industri di suatu wilayah dapat meningkatkan infrastruktur dan investasi, mengurangi biaya transportasi dan meningkatkan aksebilitas. Selain itu, reputasi yang baik dari suatu daerah dapat menarik lebih banyak pemasok dan tenaga kerja terampil, mengurangi biaya produksi secara keseluruhan.


Dalam menggambarkan hubungan antara skala produksi dan biaya rata-rata, kita dapat melihat kurva biaya rata-rata yang menurun pada tingkat output yang rendah, menandakan dominasi skala ekonomi. Namun, pada titik tetentu, perusahaan dapat mulai mengalami disekonomi disekonomi, yang menyebabkan kenaikan rata-rata.

Untuk mengatasi tantangan skala ekonomi, perusahaan harus fokus pada efisiensi operasional dan manajemen yang baik. Penggunaan teknologi informasi untuk meningkatkan komunikasi internal dan eksternal, serta strategi pengelolaan rantai pasokan yang efisien, dapat mengurangi biaya tambahan yang terkait dengan pertumbuhan.

Dengan memahami dinamika skala ekonomi dan disekonomi, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memaksimalkan keuntungan dan mengelola risiko yang terkait dengan pertumbuhan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ESAI MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN

Refleksi Mata Kuliah Kewirausahaan Mata kuliah Kewirausahaan benar-benar membuka mata saya tentang dunia bisnis dan wirausaha yang sebelumnya terasa asing. Sebagai mahasiswa, awalnya saya berpikir bahwa kewirausahaan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi mata kuliah ini mengajarkan bahwa menjadi wirausaha berarti menciptakan nilai, memberikan solusi bagi masalah masyarakat, dan membuat dampak positif. Proses pembelajarannya sangat berkesan karena tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga banyak aktivitas praktik yang melatih kami berpikir kritis dan kreatif. Selain itu, saya menyadari pentingnya keberanian untuk mencoba dan belajar dari kegagalan. Dalam setiap pertemuan, kami diajak merefleksikan ide-ide yang sudah dibuat, mengevaluasi kelemahannya, dan mengasah kemampuan untuk berpikir lebih inovatif. Ini menjadi sangat berharga karena saya juga lebih mengenal potensi diri dan mulai percaya bahwa dengan usaha dan strategi yang baik, ide sederhana pun bisa berkembang menjadi bisnis ...

THE AGGREGAT DEMAND CURVE

  Kurva permintaan agregat menjadi sebuah gambaran krusial dalam pemahaman makroekonomi, yang memperhitungkan seluruh permintaan di suatu perekonomian. Dalam menggambarkan kurva ini, kita tidak lagi terpaku pada permintaan sebuah produk di pasar individual, melainkan pada permintaan keseluruhan di tingkat ekonomi. Pertama-tama, kita harus memahami perbedaan mendasar antara kurva permintaan mikroekonomi dan makroekonomi. Sementara dalam mikroekonomi, kurva permintaan dipetakan dengan harga dan kuantitas pada sumbunya, dengan ciri khas miring ke bawah sesuai dengan hukum permintaan, dalam makroekonomi, fokusnya bergeser pada permintaan agregat. Ini mencakup seluruh permintaan di perekonomian, bukan hanya pada satu pasar produk. Ketika kita memplot kurva permintaan agregat, sumbu x tidak lagi menunjukkan kuantitas barang, melainkan Produk Domestik Bruto (PDB) riil atau output. Ini mencerminkan nilai total seluruh output dalam perekonomian. Sementara itu, sumbu y tidak lagi menunjukkan...