Langsung ke konten utama

OBJECTIVES OF FIRMS AND MARKET STRUCTURES


Dalam dunia ekonomi, perusahaan tidak hanya beroperasi untuk tujuan tunggal, tetapi juga beradaptasi dengan struktur pasar yang berbeda-beda. Setiap perusahaan memiliki tujuan dasar untuk memaksimalkan keuntungan, namun demikian, ada juga tujuan tambahan yang mungkin mereka miliki. Sebagai contoh, bagi perusahaan start-up, tujuan utamanya mungkin hanya untuk bertahan hidup dalam beberapa tahun pertama daripada memaksimalkan keuntungan. Mereka mungkin lebih fokus pada kelangsungan usaha daripada keuntungan instan.

Di sisi lain, ada perusahaan yang memandang pertumbuhan sebagai tujuan uatama. Namun, pertumbuhan ini bisa mengorbankan pemaksimalan keuntungan dalam jangka pendek. Sebagai contoh, pengambilan besar-besaran bisa menjadi strategi untuk pertumbuhan, meskipun biayanya cukup besar dan dapat berdampak negatif pada keuntungan.

Selanjutnya, ada juga perusahaan yang fokus pada pangsa pasar dan berusaha memenangkan persaingan jangka panjang. Mereka mungkin menggunakan strategi predaory pricing, yaitu memotong harga di bawah biaya untuk menarik pelanggan dari pesaing dan kemudian memperoleh keuntungan setelah mengusir mereka dari pasar.


Struktur pasar di mana perusahaan beroperasi juga memainkan peran penting dalam perilaku dan strategi perusahaan. Ada empat jenis struktur pasar utama: Persaingan Sempurna, Persaingan Monopolistik, Oligopoli, dan Monopoli. alam persaingan sempurna, jumlah perusahaan besar dan diferensiasi produk rendah. Hamabatan masuk dan keluar pasar sangat rendah, dan harga ditentukan oleh kekuatan pasar.

Sementara itu, dalam persaingan monopolistik, terdapat banyak perusahaan kecil yang menawarkan produk yang sedikit berbeda satu sama lain. Hambatan masuk dan keluar pasar relatif rendah, amun perusahaan memiliki kendali terbatas atas penetapan harga.

Oligopoli terjadi ketika beberapa perusahaan besar mengendalikan pasar dengan tingkat diferensiasi produk yang tinggi. Hambatan masuk dan keluar sangat tinggi, dan perusahaan memiliki kontrol atas penetapan harga, meskipun terdapat ketergantungan yang tinggi antar perusahaan.

Terakhir, monopoli terjadi ketika hanya ada satu perusahaan yang menguasai pasar, dengan hambatan masuk dan keluar yang sangat tinggi. Perusahaan tersebut memiliki kekuatan mutlak dalam menetapkan harga.

Dalam ekonomi, pemahaman tentang tujuan perusahaan dan struktur pasar adalah kunci untuk memahami perilaku dan dinamika bisnis. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

ESAI MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN

Refleksi Mata Kuliah Kewirausahaan Mata kuliah Kewirausahaan benar-benar membuka mata saya tentang dunia bisnis dan wirausaha yang sebelumnya terasa asing. Sebagai mahasiswa, awalnya saya berpikir bahwa kewirausahaan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi mata kuliah ini mengajarkan bahwa menjadi wirausaha berarti menciptakan nilai, memberikan solusi bagi masalah masyarakat, dan membuat dampak positif. Proses pembelajarannya sangat berkesan karena tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga banyak aktivitas praktik yang melatih kami berpikir kritis dan kreatif. Selain itu, saya menyadari pentingnya keberanian untuk mencoba dan belajar dari kegagalan. Dalam setiap pertemuan, kami diajak merefleksikan ide-ide yang sudah dibuat, mengevaluasi kelemahannya, dan mengasah kemampuan untuk berpikir lebih inovatif. Ini menjadi sangat berharga karena saya juga lebih mengenal potensi diri dan mulai percaya bahwa dengan usaha dan strategi yang baik, ide sederhana pun bisa berkembang menjadi bisnis ...

THE AGGREGAT DEMAND CURVE

  Kurva permintaan agregat menjadi sebuah gambaran krusial dalam pemahaman makroekonomi, yang memperhitungkan seluruh permintaan di suatu perekonomian. Dalam menggambarkan kurva ini, kita tidak lagi terpaku pada permintaan sebuah produk di pasar individual, melainkan pada permintaan keseluruhan di tingkat ekonomi. Pertama-tama, kita harus memahami perbedaan mendasar antara kurva permintaan mikroekonomi dan makroekonomi. Sementara dalam mikroekonomi, kurva permintaan dipetakan dengan harga dan kuantitas pada sumbunya, dengan ciri khas miring ke bawah sesuai dengan hukum permintaan, dalam makroekonomi, fokusnya bergeser pada permintaan agregat. Ini mencakup seluruh permintaan di perekonomian, bukan hanya pada satu pasar produk. Ketika kita memplot kurva permintaan agregat, sumbu x tidak lagi menunjukkan kuantitas barang, melainkan Produk Domestik Bruto (PDB) riil atau output. Ini mencerminkan nilai total seluruh output dalam perekonomian. Sementara itu, sumbu y tidak lagi menunjukkan...